Wayang Kulit Betawi Mentas Di Car Free Night

Pertunjukan yang beraneka ragam bakal digelar guna menghibur masyarakat Jakarta saat car free night diberlakukan di malam jelang tahun baru. Sekitar 16 panggung hiburan akan didirikan di sepanjang jalan MH Thamrin-Sudirman. “Kontennya macam-macam. Ada musik mulai dari keroncong, pop, jazz, bahkan ada musik melayu, gambus. Terus nanti ada menarik nih wayang kulit Betawi di salah satu panggung itu. Wayang golek apa wayang kulit betawi ya? Wayang Betawi gitu aja,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Arie Budhiman kepada wartawan, Jakarta, Jumat (28/12). Arie menambahkan, selain panggung hiburan, malam jelang tahun…

Read More

Pagelaran Silat di Bawah Rinai Hujan

Tanah Baru, Depok, 25 November 2012, minggu menyambut sinar mentari selepas hujan semalam yang membuat kaku tubuh dan enggan beraktivitas. Empat anak muda sudah terbangun sejak jam lima pagi. Mereka memulai hari dengan kesibukan yang tidak biasa. Menyiapkan sound sistem, kursi-kursi dan perlengkapan lainnya untuk acara pukul sembilan nanti di Lapangan Pipa Gas Pertamina, Jalan Kramat, Tanah Baru, Beji, Depok. Bahkan sarapan pun mereka belum sempat. Ya, keempat anak muda yang peduli dengan budaya lokal mereka – sehingga membuat Oenti Project untuk mewadahi kecintaan mereka akan budaya Betawi itu –…

Read More

Dewi Sandra: Gue Itu Betawi Banget

Penyanyi Dewi Sandra mengaku hatinya tetap Betawi meski punya darah keturunan Inggris yang berasal dari ayahnya, John Killick. Darah Betawi yang mengalir dari ibunya, Prihatini, diungkapkan dalam acara Yahoo! OMG Award 2012. “Sebenarnya gue itu Betawi banget,” ungkapnya. Selain ungkapan tersebut, pada acara itu bukti kecintaannya pada Indonesia terutama Betawi terlihat dari busana yang ia kenakan saat tampil yakni berupa jaket yang dibuat dari tiga buah sarung berwarna ungu, merah, dan hijau rancangan James Tornandes, seorang stylish yang sudah lama dikenalnya. “Kan seperti orang Betawi kalau lagi ronda,” katanya.

Read More

Beda Pisang Goreng dan Pemimpin

Salam takzim untuk tuan-tuan dan puan-puan semua. Semoga kita semua selalu dalam lindungan yang Maha Kuasa. Jumpa lagi di majelis ini. Berbagi kisah. Bertukar cerita. Saya si tukang cerita hendak berkisah tentang Marsoni yang masih bersarung kotak-kotak, tapi bukan karena dia pendukung Jokowi. Melainkan karena kebanyakan sarung memang kotak-kotak. Tuan-tuan dan puan-puan tentu sedang menanti gebrakan pemimpin baru Jakarta yang baru sebulan lebih dikit ini dilantik. Begitu pula halnya dengan Marsoni. Di beranda rumahnya, dia asyik membaca koran minggu. Menikmati perpolitikan ibu kota yang sedang hangat membahas pemimpin terpilih kota…

Read More

Pencak Silat, Nilai Kesabaran yang Terlupakan

{Pegelaran Seni Budaya Betawi Bareng Silat Cingkrik Goning}   Silat sebagai seni beladiri asli negeri ini tentu mempunyai filosofi tersendiri. Secara sederhana kita hanya mengenal silat sebagai sarana untuk menjaga diri kita dari serangan lawan dalam sebuah perkelahian yang terpaksa kita hadapi. Selama ini kita hanya mengenal silat hanyalah sebatas hal di atas tersebut. Sebenarnya setiap seni budaya punya filosofinya tersendiri. Jadi alangkah lebih baik kita juga berusaha untuk mengetahui nilai-nilai yang dikandung oleh seni budaya kita. Jika mengamati secara seksama, gerakan silat biasanya dilakukan atas dasar untuk melindungi atau…

Read More

Catatan Kecil Tentang Buku Batavia, Kisah Kapten Woodes Rogers & dr. Strehler

Sejarah tidaklah harus bermula dari hal-hal yang besar. Hal kecil sekalipun bisa menjadi bagian dari sejarah. Itu yang dikatakan Hendry Ch Bangun, Wapemred harian Warta Kota pada peluncuran buku Batavia, Kisah Kapten Woodes Rogers & dr. Strehler, karya Frieda Amran di Museum Bank Mandiri, Rabu 31 Oktober 2012 lalu. Berawal dari rubrik Wisata Kota Tua, maka buku yang merupakan penceritaan kembali penulis buku tersebut terhadap catatan Kapten Woodes Rogers hadir untuk menggambarkan jika hal kecil sekalipun bisa menjadi bagian dari sejarah. Mungkin kita lupa dengan hal-hal sepele, semacam pertanyaan-pertanyaan berikut,…

Read More

Rompes Pecut, Bela Diri Betawi yang Hampir Punah

Dua pemuda terlibat perkelahian seru di RT 01 RW 04, Balekambang, tepatnya di sebidang lahan tepi Kali Ciliwung, Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur. Menggunakan jurus silat, keduanya berusaha saling melumpuhkan dengan pukulan dan tendangan yang dilancarkan satu sama lain. Setelah saling serang sekitar 10 menit, seorang pemuda di antaranya berhasil dikalahkan hingga terjatuh. Sadar telah muncul pemenang, dua pemuda itu pun kembali berdiri tegak di posisi masing-masing dan membungkuk, tanda salam kepada orang yang menonton adu jotos itu. Pertarungan itu bukanlah perkelahian pemuda seperti yang kerap menghiasi layar televisi saat…

Read More

Chelsy Liven bawakan tari Betawi di ajang Miss Earth 2012

Ada peserta asal Indonesia dalam ajang kontes Miss Earth 2012 yang berlangsung di  Kota Taguig, Metro Manila – Filipina. Dialah, Chelsy Liven, mahasiswi Fakultas Hukum  Universitas Tarumanegara, Jakarta. Berangkat awal November 2012  lalu, dara kelahiran 11 Juni 1988 ini  menjalani tahapan-tahapan Miss Earth 2012 hingga puncak pemilihan pada 24 November 2012. Layaknya event kontes kecantikan, sebelum berkompetisi, Chelsy melakukan berbagai persiapan selama tiga bulan sejak dinobatkan menjadi Miss Earth Indonesia. Salah satu persiapannya, tarian dan busana. Untuk tarian, Chelsy sengaja mengambil tarian Betawi. “Chelsy pilih tarian Betawi ada alasannya. Karena…

Read More

Kampung Silat, Bertahan Lestarikan Budaya Betawi

Melestarikan budaya yang terus tergerus modernisasi, setidaknya itulah yang dilakukan dan dilakoni warga di Kelurahan Balekambang, Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur. Secara swadaya, warga mengumpulkan remah-remah yang tersisa dari kebudayaan yang mereka miliki lalu dibagikan kepada anak-anak kecil dan pemuda yang ada di permukiman mereka. Di kampung ini pula dapat ditemukan warga biasa aktif bersama-sama mengajarkan silat Betawi, lenong, dan pantun Betawi secara rutin yang merupakan budaya Betawi. Mereka tidak memiliki sanggar budaya dalam melestarikan kebudayaan sebagaimana lazimnya. Kalau ada budayawan yang gencar mengampanyekan sebuah kebudayaan, itu pun sebuah hal…

Read More

Rehab Rumah Si Pitung Habiskan Rp 2,1 Miliar

Untuk meningkatkan jumlah pengunjung, Sudin Kebudayaan Jakarta Utara saat ini tengah mempercantik Rumah Si Pitung yang terletak di Jl Marunda Pulo, RT 01/07, Marunda, Cilincing. Adapun biaya rehabilitasi untuk bangunan yang termasuk dalam kategori cagar budaya itu sebesar Rp 2,1 miliar. Selama perbaikan berlangsung, yakni sejak 30 Oktober hingga 14 Desember mendatang, pihak pengelola menutup bangunan cagar budaya ini dari kunjungan wisata. Kepala Sudin Kebudayaan Jakarta Utara, Sahat Sitorus mengatakan, rehabilitasi dilakukan di beberapa bagian yakni pada bagian pagar, lantai dan toilet. “Kami menyebut rehabilitasi ini dengan penyempurnaan bangunan. Jadi,…

Read More