You are here
Pagelaran Seni Budaya Betawi Bareng Silat Cingkrik Goning, presented by Oenti Project Mentas Sekitar Jakarta 

Pagelaran Silat di Bawah Rinai Hujan

Budaya Betawi
Budaya Betawi Bareng Silat Cingkrik Goning, presented by Oenti Project" src="http://cintebetawi.com/wp-content/uploads/2012/11/silat.jpg" alt="Pagelaran Seni Budaya Betawi Bareng Silat Cingkrik Goning, presented by Oenti Project" width="300" height="255" /> Pagelaran Seni Budaya Betawi Bareng Silat Cingkrik Goning, presented by Oenti Project

Tanah Baru, Depok, 25 November 2012, minggu menyambut sinar mentari selepas hujan semalam yang membuat kaku tubuh dan enggan beraktivitas. Empat anak muda sudah terbangun sejak jam lima pagi. Mereka memulai hari dengan kesibukan yang tidak biasa. Menyiapkan sound sistem, kursi-kursi dan perlengkapan lainnya untuk acara pukul sembilan nanti di Lapangan Pipa Gas Pertamina, Jalan Kramat, Tanah Baru, Beji, Depok. Bahkan sarapan pun mereka belum sempat. Ya, keempat anak muda yang peduli dengan budaya lokal mereka – sehingga membuat Oenti Project untuk mewadahi kecintaan mereka akan budaya Betawi itu – memang sedang menyiapkan tempat untuk acara Pagelaran Seni Budaya Betawi Bareng Silat Cingkrik Goning siang itu.

Tepat pukul sembilan ketika matahari sedang menyengat dan panas membuat peluh mengucur deras acara pun dimulai dengan tahlilan untuk para pendahulu perguruan silat Cingkrik Goning yang dipimpin oleh Ustadz Maulana. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan ketua panitia. Dalam sambutannya, Hafiz Syuhada – ketua panitia acara tersebut – menekankan pada keperdulian anak muda terhadap budaya lokal kita yang sudah mulai asing di kota kita tercinta ini. Dia pun juga menekankan jika Betawi itu bukan hanya sebatas Jakarta belaka, sebab ruang lingkup budaya Betawi juga mencapai Depok, Tangerang, bahkan Bekasi. Sehingga, jika kita ingin mengenal budaya Betawi kita tidaklah bisa membahasnya berdasarkan letak geografisnya saja.

Acara Pagelaran Seni Budaya Betawi Bareng Silat Cingkrik Goning sebenarnya adalah acara pertandingan silat tradisional Betawi, yaitu silat yang berasal dari Perguruan Silat Cingkrik Goning TB Bambang. Pertandingan silat tradisional itu terbagi dalam tiga kategori, yaitu kategori pertama tentang kerapihan jurus, kategori kedua tentang variasi jurus, sedang kategori ketiga tentang sambut jurus. Selain itu juga ada penghargaan untuk pakaian atau kostum terbaik dari para peserta pertandingan tersebut. Selain acara pertandingan silat yang diiringi Gambang Kromong Setia Jaya pimpinan Bapak Jayadi tersebut, juga diselingi dengan tarian Ngarojeng yang dibawakan oleh Lab Tari PSB-Unas (Pusat Studi Betawi- Universitas Nasional) dan lagu-lagu Betawi yang dibawakan kelompok gambang kromong tersebut.

Di tengah-tengah pertandingan kategori kedua, langit tampak sepekat secangkir kopi hangat. Dan hujan yang tidak diharap pun hadir di tengah-tengah Lapangan Pipa Gas Pertamina, tempat berlangsungnya acara. Namun, hujan tidak menghalangi mereka. Pertandingan tetap dilangsungkan di bawah guyuran rintik hujan. Gambang tetap bersaut mengiringi lincah mereka memperagakan jurus-jurus silat Cingkrik Goning, yang menurut mereka adalah ilmu silat Betawi yang dipakai Bang Pitung ketika melawan Kompeni. Sambut-menyambut pukulan pun kian semarak diterpa rinai hujan yang tersenyum akan keteguhan para peserta melestarikan budaya Betawi itu. Mereka baru berhenti ketika hujan kian lebat dan lapangan tak layak lagi pakai karena mulai tergenang air.

Pukul setengah dua belas, ketika hujan reda, pertandingan dilanjutkan kembali hingga selesai. Lepas dari hujan yang sempat membuat pertandingan berhenti dan hasil pertandingan, acara Pagelaran Seni Budaya Betawi Bareng Silat Cingkrik Goning itu berjalan lancar dan tanpa aral berarti. Satu lagi yang patut kita acungi jempol adalah keberanian Oenti Project menyelenggarakan acara tersebut, sekaligus menunjukkan bahwa masih banyak anak muda yang tidak hanyut dengan arus budaya dari luar yang masuk ke negara ini. Masih ada kaum muda yang peduli dengan warisan nenek moyang mereka. Oenti Project dengan acara tersebut adalah salah satu bukti di antaranya. Sebab siapa lagi yang mau peduli dengan nilai-nilai budaya kita kalau bukan kita sendiri. Ayo kaum muda bangkit bersama. Kembangkan kearifan lokal engkong-nyai kite. Merdeka. Tabe (Bang DK).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Related posts

Leave a Comment