Arsitektur Betawi Bukan Identitas Jakarta?

Beberapa waktu yang lalu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sempat menekankan pentingnya mengedepankan kebudayaan Betawi. Bentuk pengutamaan tersebut, antara lain penggunaan baju daerah bagi pegawai pemprov, hingga pembuatan gedung-gedung berarsitektur khas Betawi. Interpretasi arsitektur khas Betawi tersebut salah satunya sudah diimplementasikan dalam Jakarta Box Tower di pusat kota Jakarta. Meski dipandang sebagai iktikad baik pelestarian budaya, namun masih keraguan pada akademisi dan praktisi di bidang arsitektur. Benarkah arsitektur khas Betawi tepat dipatenkan sebagai identitas Jakarta? Apakah tidak ada ruang bagi arsitektur daerah lain untuk berkembang di kota ini? Lagipula, seberapa…

Read More

Pagelaran Komedi Betawi : Entong Gendut Dari Condet

Komedi Betawi yang mengangkat kisah seorang jawara Betawi dari wilayah Condet yakni Entong Gendut yang akan digelar di plaza Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Jumat 28 Juni 2013 pukul 20.00 WIB akan menampilkan pemain-pemain lakon Betawi seperti Hj. Nori, Qubil, Rinni SBB, Edi Oglek, Riyanto AR, Rudi Sipit, Rita Hamzah, Pijae Abnon, Jaya Noin, Madih, Fajar, BAchtiar, Marong, Kimung. Komedi Betawi yang disutradarai oleh Syaiful Amri ini terbuka untuk umum dan gratis. Sinopsis ceritanya sebagai berikut: Para Pejabat Kompeni Belanda sedang membicarakan masalah perluasan tanah kekuasaan untuk dibangun sebagai markasnya Belanda yang dipimpin…

Read More

Sejarah Papanggo : Pemukiman Tentara Bayaran Belanda dari Filipina

Setidaknya ada dua versi tentang asal usul sejarah nama salah satu wilayah di Jakarta tepatnya sebuah kelurahan di kecamatan Tanjung Priok yaitu kelurahan Papanggo. Versi pertama yakni menurut Ridwan Saidi seorang budayawan Betawi, menurutnya Papanggo berasal dari bahasa kuno Maori yakni Pango yang berarti hitam, kalau Papanggo artinya kehitaman. Warna hitam ini kemudian mengacu kepada kulit orang-orang yang datang dari Afrika Utara ke tempat itu. Kebanyakan dari orang-orang betawi yang berkulit gelap itu merupakan keturunan dari Sudan dan sampai saat ini masih banyak terlihat di derah Papanggo. Sedangkan versi yang…

Read More

Warga Rawa Bambon Gelar Festival Kuliner Betawi

Dalam rangka memeriahkan ulang tahun kota Jakarta ke-486, masyarakat Rawa Bambon, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas Jakarta Timur akan menggelar Festival Kuliner Betawi, Sabtu (22/6/2013). Acara yang digagas Relawan Beringin ini diikuti sekitar 500 peserta perorangan. “Peserta adalah masyarakat Rawa Bambon dan sekitarnya. Masing-masing diberi kebebasan menyajikan kuliner khas Betawi,” jelas Ketua Umum Relawan Beringin Olot Rawa Bambon, Jamaludin, Kamis (20/6/2013) malam. Pria asli Rawa Bambon ini menambahkan, ada puluhan makanan khas Betawi yang akan disajikan. Mulai semur jengkol, gabus pucung, sambelan lengkio, hingga segala jenis pecak seperti pecak…

Read More

Jakarta Utara Jadi Lokasi Centra Batik Betawi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengakomodir permintaan sejumlah pengurus Keluarga Batik Betawi (KBB). Sejumlah lokasi diseleksi, untuk dijadikan area Batik Betawi yang sedang bergeliat kembali, salah satunya di daerah Marunda, Jakarta Utara. “Kita siapkan ruang untuk produksi. Ya seharusnya Batik Betawi berproduksi di sini dan kita punya kekuatan. Kita baru berikan beberapa alternatif tempat, seperti di Marunda, dekat Walikota Jakarta Utara,” terang Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo di Balaikota Jakarta, Rabu (12/6) sore. Pria jebolan Universitas Gajah Mada (UGM) ini menambahkan, sudah menyediakan tempat untuk workshop Batik Betawi yaitu…

Read More

Sejarah Festival Palang Pintu Kemang

Awal tahun 1950-an, kawasan Kemang merupakan tanah perkebunan.Disini banyak dijumpai pohon Kemang (Mangifera Kemangcaecea) sehingga kemudian kawasan ini dikenal dengan sebutan itu. Tahun 1960-an, mulai berkembang permukiman yang ditinggali oleh penduduk Betawi. Selain mengolah kebun,orang-orang Betawi juga ada yang bekerja sebagai peternak dan sebagian lainnya memproduksi tahu.   Posisi Kemang yang strategis menjadi incaran orang-orang asing dan kaum ekspatriat untuk dijadikan tempat bermukim yang terjadi pada awal tahun 1970-an.Masuknya para pekerja asing itu diikuti dengan pertumbuhan layanan kebutuhan bagi mereka seperti hotel, restoran, kafe, dan tempat hiburan lainnya yang berkembang di awal…

Read More

Jakarta Fair 2013 Utamakan Nuansa Betawi

Kendati telah menjadi ajang internasional, Jakarta Fair 2013 tetap mengutamakan kebudayaan betawi. Budaya betawi menjadi unsur pembeda dengan perhelatan-perhelatan Jakarta Fair sebelumnya. “Kebudayaan betawi jauh lebih banyak tahun ini. Kami mengadakan kerja sama dengan pusat-pusat kebudayaan Betawi,” ujar Ketua Panitia Jakarta Fair 2013, Prajna Murdaya kepada wartawan di Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (6/6). Prajna menuturkan sugguhan utama Jakarta Fair 2013 adalah Kampung Betawi Square. Kampung ini berlokasi di area Gambir Expo. Di sini terdapat berbagai sajian kuliner dan panggung untuk pentas kebudayaan betawi. “Setiap hari kami…

Read More