You are here
jakarta-fair-2013-pekan-raya-jakarta-2013-prj-2013 Berita Betawi Sekitar Jakarta 

Jakarta Fair 2013 Utamakan Nuansa Betawi

jakarta-fair-2013-pekan-raya-jakarta-2013-prj-2013

Kendati telah menjadi ajang internasional, Jakarta Fair 2013 tetap mengutamakan kebudayaan betawi. Budaya betawi menjadi unsur pembeda dengan perhelatan-perhelatan Jakarta Fair sebelumnya.

"Kebudayaan betawi jauh lebih banyak tahun ini. Kami mengadakan kerja sama dengan pusat-pusat kebudayaan Betawi," ujar Ketua Panitia Jakarta Fair 2013, Prajna Murdaya kepada wartawan di Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (6/6).

Prajna menuturkan sugguhan utama Jakarta Fair 2013 adalah Kampung Betawi Square. Kampung ini berlokasi di area Gambir Expo. Di sini terdapat berbagai sajian kuliner dan panggung untuk pentas kebudayaan betawi.

"Setiap hari kami adakan acara kampung betawi square. Di situ ada banyak makanan khas betawi," imbuh Prajna.

Dalam rangka memeriahkan Kampung Betawi itu, PT JIExpo, selaku panitia Jakarta Fair, mengandeng beberapa lembaga kebudayaan betawi. Tentunya, banyak seniman betawi akan tampil.

"Setiap hari ada festival betawi dan kuliner betawi. Kita juga mengundang artis-artis dan lembaga kebudayaan betawi," ucapnya.

Di salah satu sudut Kampung Betawi, terdapat stan bertajuk Persatuan Wanita Betawi. Di stan berukuran 3 m x 4 m iru, Yeti Adriati, 61, berjualan makanan dan minuman khas betawi seperti soto tangkar, laksa betawi, kerak telor dan bir pletok.

Perempuan yang sejak 1990-an berjualan di PRJ itu mengaku selalu untung besar. Tahun lalu, misalnya, per hari Yeti bisa meraup Rp2 juta per hari.

Namun, dia mengeluhkan semakin berkurangnya nuansa betawi dari pergelaran tahunan pesta rakyat Jakarta ini. Arena PRJ malah semakin menunjukkan wajah komersial dengan maraknya berbagai produk asing. "Enggak kelihatan betawinya," ujar kakak dari artis Deddy Mizwar ini.

Namun, Yeti menolak pemindahan lokasi Jakarta Fair ke Monumen Nasional seperti yang diwacanakan pemerintah provinsi DKI Jakarta. Di Monas, ujarnya, suasana terlalu hiruk pikuk oleh kendaraan bermotor.

sumber: metrotvnews.com

 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Related posts

Leave a Comment