You are here
kampung tiang bendera Sejarah Betawi 

Asal Usul Kampung Tiang Bendera

kampung tiang bendera

Kampung Tiang Bendera terletak di wilayah Kelurahan Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Kotamadya Jakarta Barat. Peninggalan kampung tiang bendera hanya pada nama jalan saja yang dinamai dengan nama Jalan Tiang Bendera (Malaischeweg). Nama tiang bendera bukan sekedar nama saja namun dibalik itu terdapat asal usul sejarahnya, nama Tiang Bendera berasal dari tiang bendera yang sehari-hari terpancang di depan rumah kapiten Cina.

Berawal dari Batavia yang kala itu dipimpin oleh Gubernur Jenderal  Hindia Belanda yang keempat yakni Jean Pieterzoon Coen yang dengan kekuasaannya berusaha mengisi kas VOC dan membiayai berbagai pembangunan kembali prasarana kota Batavia, maka pada Oktober 1619 diberlakukan lah pungutan pajak kepala (Hoofdgeld der Chineezen), yang berarti setiap orang Cina yang tinggal di Batavia harus membayar pajak.

Ia pun mengangkat seorang saudagar Banten sekaligus sahabat dekatnya yang bernama Souw Beng Kong sebagai Kapitan Cina. Sang kapitan bertugas melakukan pemungutan pajak yang besarnya 1,5 rijksdaalder (koin dolar nasional Belanda setara 448 butir perak) kepada orang-orang Cina di Batavia. Tujuan lain Belanda membentuk institusi kapitan ini diharapkan mereka dapat mengurus keamanan dan permasalahan yang ada dalam golongannya sendiri.

Selain pajak kepala, VOC juga membebankan pajak permainan atau kepada kesenangan-kesenangan dari orang-orang Cina seperti penyelenggaraan perjudian, rumah pelacuran, pajak kuku panjang, pajak tembakau dan pajak pemotongan babi.

Sebagai cara untuk mengingatkan warga pada saat itu di rumah Kapitan Cina selama tiga hari setiap awal bulan dipasangi bendera atau biasa disebut dag der vlaghijsching (hari pengibaran bendera), bila bendera sudah berkibar maka itulah tanda untuk warga Cina agar segera membayar pajak. (CB)

Berbagai sumber

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Related posts

Leave a Comment