Menghidupkan Kesenian Betawi di Tepian Ciliwung

Angin semilir berembus menggoyang lembut pucuk-pucuk ranting pada pepohonan yang tumbuh rindang. Di bawah sana, beberapa anak laki-laki bercelana pendek melompat ke Sungai Ciliwung seperti itik yang rindu air. Menjelang sore hari, ketika azan Ashar sayup-sayup terdengar, lima sampai sepuluh orang yang duduk santai di bawah pohon mulaimembagi-bagi kertas naskah. Disusul datang Bang Oji, salah seorang pemain lenong dan drama, dan keriuhan pun pecah. “Wah Bang, kemane aje? Diomongin dulu nih pembagian perannya. Gimana mustinya nih tiap dialog,” kata salah seorang berseru. Bang Oji yang tak hanya pandai bermain lenong…

Read More