You are here

Mengenal Kampung Cipedak

Cipedak merupakan wilayah pemekaran dari kelurahan Ciganjur  yang terletak di kecamatan Jagakarsa, kotamadya Jakarta Selatan. Wilayah Cipedak di sebelah timur berbatasan dengan kelurahan Srengseng Sawah, sebelah selatan berbatasan dengan kelurahan Tanah Baru (Depok), sebelah barat berbatasan dengan kelurahan Krukut (Depok) dan sebelah utara berbatasan dengan kelurahan Gandul (Depok) dan kelurahan Ciganjur. Cipedak berasal dari dua buah kata yakni  kata Ci, yang berarti air (sungai), sedangkan Pedak berarti  binatang berbisa (ular), berdasarkan dua kata tersebut maka Cipedak berarti sungai yang ada ularnya. Mungkin karena dulu wilayahnya banyak sungai kecil dan berawa-rawa….

Read More

Dapur Budaya Betawi Tetap ‘Ngebul’ di Setu Babakan

Jauh sebelum Jan Pieterszoon Coen mengubah nama Jayakarta menjadi Batavia, berdiamlah penduduk asli dari Nusa Jawa di wilayah yang kini dikenal sebagai Jakarta. Mereka menyebut diri Betawi. Sejak kehadiran Gubernur Jenderal dari VOC tersebut, kehidupan mereka berubah. Sebagai basis VOC, tanah Batavia diinjak banyak pendatang. Tak hanya dari dalam negeri, tetapi juga mancanegara. Tanpa disadari, Batavia pun menjadi titik lebur segala kebudayaan yang dibawa oleh para pendatang. “Penduduk asli ini sangat terbuka. Mereka mau menerima segala budaya tersebut,” ujar Indra Sutisna, anggota Komite Kesenian dan Pemasaran Lembaga Pengelola Perkampungan Budaya…

Read More

Cipete Vaganza 4 : Atraksi Seni Budaya Jakarta

Dalam rangka menyambut dan memeriahkan hari jadi kota Jakarta yang ke – 488, Cipete Vaganza kembali diselenggarakan, acara yang akan digelar pada tanggal 13-14 Juni 2015 ini  merupakan event yang keempat kalinya yang digagas dan dilaksanakan secara swadaya oleh warga Cipete. Acara yang akan digelar sepanjang jalan Cipete Raya, Cilandak, Jakarta Selatan ini pada umumnya akan menampilkan berbagai pentas kebudayaan Betawi, namun atraksi seni budaya dan pentas lain juga akan ditampilkan. Cipete Vaganza kali ini juga akan dimeriahkan dengan karnaval marchingband, pagelaran tari tradisional dan modern, panggung hiburan, wahana permainan…

Read More

Festival Palang Pintu Kemang X dan Gelar Budaya 2015

Festival Palang Pintu Kemang bakal digelar lagi untuk yang kesepuluh kalinya, acara rutin yang diadakan atas prakarsa dari Padepokan Seni Budaya Betawi Manggar Kelape dan Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI) Bangka Kemang kali ini akan dilaksanakan selama dua hari, pada 6-7 Juni 2015 berlokasi di sepanjang Jalan Kemang Raya Jakarta Selatan. Selain acara inti lomba palang pintu yang memperebutkan piala Gubernur DKI Jakarta, berbagai gelar budaya, festival dan lomba juga akan diadakan seperti gelar budaya tradisional nasional, gelar budaya tradisional betawi, gelar budaya internasional, karnaval budaya, festival band, festival tari…

Read More

Pusat Kuliner Betawi Hadir Di Blok A dan B Tanah Abang

Pusat Kuliner Betawi dengan memperdayakan pedagang Kaki-5, akan dikelola Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jakarta Pusat di kawasan Pasar Blok A dan Blok B, Tanah Abang. Pemberdayaan pun, juga guna meningkatkan para pelaku ekonomi kecil tersebut bersaing dalam pasar bebas ASEAN. “Kita, Jakarta Pusat ingin memiliki pusat kuliner betawi di Tanah Abang dengan memperdayakan pedagang-pedagang Kaki-5. Dan nanti itu kita yang kelola dan menjadi binaan sendiri,” terang Ketua Kadin Jakarta Pusat, Victor Aritonang, kepada sejumlah wartawan, Senin (23/2). Menurutnya, pengelolaan pusat kuliner betawi tersebut juga merupakan solusi terhadap permasalahan…

Read More

LKB Raih Rekor MURI Batik Betawi Terbanyak di Monas

Kibar budaya untuk Negeri Cinte Betawi ke-3 berlangsung meriah. Sebanyak 20.000 warga Jakarta tumpah ruah di silang monas meramaikan acara yang digelar Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), Minggu (23/11). Kegiatan yang dikemas dalam bentuk parade, pagelaran, bazar produk budaya dan jalan sehat itu dibuka oleh deputi bidang pariwisata dan kebudayaan DKI Jakarta Sylviana Murni yang didampingi oleh ketua badan pendiri LKB, ketua dewan kurator LKB, ketua DPD RI, para pejabat dilingkungan Pemrov DKI Jakarta serta para sponsor pendukung. “Pemprov DKI memberikan Apresiasi setinggi-tingginya kepada LKB yang selalu memiliki inovasi untuk melibatkan…

Read More

Menjadi Betawi yang Kaga Lupa Asal

Maen pukulan silatnye beksi Nih kenalin, aye si fulan asli Betawi   Menjadi Betawi, ini yang belakangan menyesaki pikiran saya. Sebagai pemuda asli keturunan Betawi, murni kalo diibaratin bensin, tentu hal semacam itu tidak perlu dipertanyakan. Namun, ternyata masalah identitas ini justru membuat saya jadi hobi melamun. Merenungi diri dan kedirian saya sendiri. Mempertanyakan jati diri yang selayaknya saya sandang dengan bangga. Mungkin bukan hanya saya yang mengalami ini. Namun, bisa jadi banyak pemuda Betawi yang juga mengalami hal yang serupa dengan saya. Wajar saja, sebab saya dan juga pemuda-pemuda…

Read More

Betawi di Laju Zaman

Siapa yang disebut orang Betawi sekarang ini? Pertanyaan itu mengemuka dalam diskusi Menggali Mutiara Betawi yang diselenggarakan di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (14/11). Menghadapi pertanyaan semacam itu, pengamat budaya Betawi Abdul Chaer sambil berseloroh mengatakan, “Orang Betawi itu adalah orang yang kalau Lebaran tidak pulang kampung.” Saat ini, dengan bercampurnya beragam orang dengan berbagai latar belakang dalam satu wilayah serta pernikahan lintas suku, tidak mudah mendefinisikan kesejatian etnis seseorang. Abdul Chaer lantas melemparkan lelucon soal perbedaan etnis dalam pernikahan ini. “Ada orang Bali yang menikah dengan gadis Betawi. Masalah timbul…

Read More

Jakarta Gelar ‘Kampung Betawi di Kota Tua’

Pemerintah DKI Jakarta menggelar festival budaya dengan tema “Kampung Betawi di Kota Tua.” Acara yang digelar pada 16 dan 17 November 2013 ini akan menyulap wajah kawasan wisata Kota Tua, Jakarta Barat, yang kuat unsur kolonial dengan wajah Betawi. “Akan ada festival-festival kebudayaan yang menunjukan ciri khas budaya Betawi,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Daya Tarik Destinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Ida Subaedah, di Balai Kota pada Rabu, 13 November 2013.  Acara ini akan digelar di sepanjang kali di Kota Tua karena Taman Fatahillah sedang dipugar. Ida mengatakan acara…

Read More

Sejarah Ojek Motor Di Jakarta

Istilah ojek atau ojeg bermula sekitar awal dekade 60-an di daerah pinggiran Jakarta. Saat itu ada seseorang yang menggunakan motor gede dengan memboncengkan orang lain di jok belakang. Orang ini yang kemudian hilir mudik mengantar-jemput orang ke berbagai lokasi di pinggiran Jakarta. Setiap orang yang melihatnya menjulukinya dengan “naik Oto duduk ngajejek”, kemudian diakronimkan menjadi ojek. Sedangkan versi lain, “ojek” berasal dari kata “obyek”. Pada pertengahan tahun 60-an kehidupan ekonomi masyarakat di Jakarta begitu sulit. Orang tidak bisa hidup hanya mengandalkan gaji. Karena itu orang harus mempunyai sumber penghasilan yang…

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Read More