You are here

LKB Raih Rekor MURI Batik Betawi Terbanyak di Monas

Kibar budaya untuk Negeri Cinte Betawi ke-3 berlangsung meriah. Sebanyak 20.000 warga Jakarta tumpah ruah di silang monas meramaikan acara yang digelar Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), Minggu (23/11). Kegiatan yang dikemas dalam bentuk parade, pagelaran, bazar produk budaya dan jalan sehat itu dibuka oleh deputi bidang pariwisata dan kebudayaan DKI Jakarta Sylviana Murni yang didampingi oleh ketua badan pendiri LKB, ketua dewan kurator LKB, ketua DPD RI, para pejabat dilingkungan Pemrov DKI Jakarta serta para sponsor pendukung. “Pemprov DKI memberikan Apresiasi setinggi-tingginya kepada LKB yang selalu memiliki inovasi untuk melibatkan…

Read More

Ondel-Ondel Betawi untuk Parade Australia Day

Di seluruh Australia, setiap tahun guna memperingati Australia Day, 26 Januari, diselenggarakan Parade, dengan peserta dari seluruh masyarakat. Di Adelaide Australia Selatan, salah satu pesertanya adalah komunitas Indonesia yang selalu tampil di parade selama beberapa tahun terakhir. Berikut tulisan Dias Satria, Presiden Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) setempat. Dalam menyemarakkan Australian Day 2014, komunitas Indonesia di Australia Selatan akan menampilkan sesuatu yang berbeda dari biasanya dengan mempertunjukkan ondel-ondel khas Betawi dalam parade tersebut. Pembuatan Ondel-ondel yang disupervisi oleh artis Australia, disuppor berbagai komunitas setempat, seperti AIA (Australian Indonesian Association), PPI SA…

Read More

Ondel Ondel Raksasa Di Kemayoran

Dua patung ondel-ondel raksasa yang merupakan ikon kebudayaan Betawi dipasang di kawasan eks bandara, Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat. Pemasangan ini dilakukan dengan melibatkan sejumlah seniman dan budayawan. Jul Hendri, salah seorang seniman, mengatakan dua patung ondel-ondel yang terbuat fiber tersebut, didirikan oleh Pusat Pengelolah Komplek Kemayoran (PPKK). “Untuk satu patungnya memiliki berat 1,5 ton dan tingginya 9,5 meter,” terangnya, Kamis (19/12). Hingga saat ini, sambungnya, proses pengerjaan patung telah mencapai finishing berupa pengecatan dan di pastikan akan selesai pada akhir Desember ini. “Karena memang dari pihak pemesan memberi…

Read More

Jakarta Gelar ‘Kampung Betawi di Kota Tua’

Pemerintah DKI Jakarta menggelar festival budaya dengan tema “Kampung Betawi di Kota Tua.” Acara yang digelar pada 16 dan 17 November 2013 ini akan menyulap wajah kawasan wisata Kota Tua, Jakarta Barat, yang kuat unsur kolonial dengan wajah Betawi. “Akan ada festival-festival kebudayaan yang menunjukan ciri khas budaya Betawi,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Daya Tarik Destinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Ida Subaedah, di Balai Kota pada Rabu, 13 November 2013.  Acara ini akan digelar di sepanjang kali di Kota Tua karena Taman Fatahillah sedang dipugar. Ida mengatakan acara…

Read More

Desakan LKB: Raperda Pelestarian Kebudayaan Betawi Segera Disahkan

Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) mendesak Badan Legislasi Daerah (Balegda) Provinsi DKI Jakarta untuk segera mengesahkan rencana peraturan daerah (Raperda) tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi. Para wakil rakyat diminta segera memprioritaskan pembahasan raperda ini, agar sebelum berakhirnya DPRD periode 2009- 2014 sudah bisa disahkan menjadi perda. “Kita mendesak Balegda agar memprioritaskan pembahasan Raperda tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi menjadi perda. Landasan konstitusi ini sangat penting agar Pemprov dan DPRD dapat mengimplementasikan atau mengeksekusi program pelestarian dan pengembangan kebudayaan Betawi,” ujar Ketua Umum LKB H Tantang Hidayat disela-sela buka puasa bersama dengan tokoh-tokoh Betawi…

Read More

Naskah Kuno Betawi akan Dipamerkan di TIM

Untuk kali pertama, 26 karya yang berasal dari 32 naskah Pecenongan yang merupakan naskah kuno Betawi, akan dipamerkan di Taman Ismail Marzuki (TIM). Naskah yang merupakan koleksi Perpustakaan Nasional itu akan dipamerkan pada 11-20 Juli 2013 mendatang. Acara ini digagas Perpustakaan Nasional dalam rangka hari jadi Kota Jakarta. Aditia Gunawan dari Layanan Koleksi Khusus Naskah Kuno, Perpustakaan Nasional RI mengatakan dari ke-32 naskah itu sebanyak 31 diantaranya merupakan hasil tangan Muhammad Bakir, pengarang Betawi paling berbakat pada akhir abad 19. Menurutnya, Muhammad Bakir belajar dari Sapirin bin Usman, guru sekaligus…

Read More

Warga Rawa Bambon Gelar Festival Kuliner Betawi

Dalam rangka memeriahkan ulang tahun kota Jakarta ke-486, masyarakat Rawa Bambon, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas Jakarta Timur akan menggelar Festival Kuliner Betawi, Sabtu (22/6/2013). Acara yang digagas Relawan Beringin ini diikuti sekitar 500 peserta perorangan. “Peserta adalah masyarakat Rawa Bambon dan sekitarnya. Masing-masing diberi kebebasan menyajikan kuliner khas Betawi,” jelas Ketua Umum Relawan Beringin Olot Rawa Bambon, Jamaludin, Kamis (20/6/2013) malam. Pria asli Rawa Bambon ini menambahkan, ada puluhan makanan khas Betawi yang akan disajikan. Mulai semur jengkol, gabus pucung, sambelan lengkio, hingga segala jenis pecak seperti pecak…

Read More

LKB Pasarkan Produk Budaya Betawi Lewat Pasar Online

Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) membuat terobosan baru dengan membuka pasar online dalam upaya memberdayakan sanggar-sanggar seni Betawi. Ketua Umum LKB, Tatang Hidayat, mengatakan LKB sebagai payung bagi sanggar-sanggar binaan akan memasarkan semua produk seni budaya Betawi melalui pasar online. Yang dipasarkan dalam pasar online tersebut mulai dari kuliner, seni pertunjukan, tata busana, paket pernikahan dan sebagainya. Dalam upaya tersebut LKB menggandeng kerjasama dengan DOKU (PT Nusa Satu Inti Artha) sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa pembayaran atau Internet Paymen Service. Sementara untuk pengiriman LKB melibatkan jasa salah satu perusahaan…

Read More

Kampung Silat, Bertahan Lestarikan Budaya Betawi

Melestarikan budaya yang terus tergerus modernisasi, setidaknya itulah yang dilakukan dan dilakoni warga di Kelurahan Balekambang, Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur. Secara swadaya, warga mengumpulkan remah-remah yang tersisa dari kebudayaan yang mereka miliki lalu dibagikan kepada anak-anak kecil dan pemuda yang ada di permukiman mereka. Di kampung ini pula dapat ditemukan warga biasa aktif bersama-sama mengajarkan silat Betawi, lenong, dan pantun Betawi secara rutin yang merupakan budaya Betawi. Mereka tidak memiliki sanggar budaya dalam melestarikan kebudayaan sebagaimana lazimnya. Kalau ada budayawan yang gencar mengampanyekan sebuah kebudayaan, itu pun sebuah hal…

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Read More