You are here

“Ariah” Pagelaran Musikal Tari Kolosal Betawi

Hari Ulang Tahun ke-486 DKI Jakarta akan dimeriahkan oleh pagelaran musikal tari kolosal bernuansa Betawi, “Ariah”. Berkisah tentang sosok Ariah yang merupakan pejuang perempuan dalam pemberontakan Tambun pada tahun 1800-an perjuangan perempuan melawan penjajah Belanda dan centeng orang Cina di Batavia demi mempertahankan martabat dan kehormatannya. Pagelaran yang akan berlangsung selama tiga hari, yakni tanggal 28-30 Juni 2013 pada pukul 19.00 WIB di sisi selatan Monas merupakan gagasan dari Jay Subiakto, dengan melibatkan 200 penari yang berasal bukan hanya dari Jakarta saja tetapi merupakan hasil audisi dari seluruh Indonesia yang…

Read More

Hikayat Wisata Air

Tuan-tuan dan Puan-puan yang senantiasa tersenyum dan nampak ceria. Asal jangan kebanyakan senyum-senyum aja. Nanti disangka miring lagi. Lama sudah kita tak bersua. Sekedar berbagi kisah bertukar hikmah. Nah, sekarang kita ngumpul lagi di ini media. Juga masih ngomongin si Marsoni yang lagi giat-giatnya kuliah. Bilang ama nyak-babenye sih lagi mau bikin skripsi. Tapi kok sampe sekarang masih belonan kelar itu skripsi. Suatu waktu nih, Tuan-tuan dan Puan-puan, si Marsoni lagi asyik kongkow di kantin kampus. Ditemenin secangkir gahwa dan sebungkus udud, Marsoni nyender di pojokan kantin. Sementara, sepasang matanya…

Read More

Si Pitung, Preman di Seantero Batavia

Si Pitung lahir di Kampung Rawabelong dengan nama Salihoen pada akhir abad ke-19. Ia merupakan anak keempat dari pasangan Piun dan Pinah. Sejak kecil, Pitung kerap melihat centeng si tuan tanah, Liem Tjeng Soen, merampas padi dan ternak orang tuanya. Namun ketika itu ia belum mengerti soal tanah partikelir atau tuan tanah. Dalam sirus resmi Provinsi DKI Jakarta diceritakan bahwa Pitung mendapatkan ilmu mengaji dan silat dari Haji Naipin, kiai terkemuka di Rawabelong. Kepada Pitung, Naipin memberikan ilmu Paneasona. “Sebuah ilmu bela tingkat tinggi yang membuat pemilik ilmu kebal dari…

Read More

Beda Pisang Goreng dan Pemimpin

Salam takzim untuk tuan-tuan dan puan-puan semua. Semoga kita semua selalu dalam lindungan yang Maha Kuasa. Jumpa lagi di majelis ini. Berbagi kisah. Bertukar cerita. Saya si tukang cerita hendak berkisah tentang Marsoni yang masih bersarung kotak-kotak, tapi bukan karena dia pendukung Jokowi. Melainkan karena kebanyakan sarung memang kotak-kotak. Tuan-tuan dan puan-puan tentu sedang menanti gebrakan pemimpin baru Jakarta yang baru sebulan lebih dikit ini dilantik. Begitu pula halnya dengan Marsoni. Di beranda rumahnya, dia asyik membaca koran minggu. Menikmati perpolitikan ibu kota yang sedang hangat membahas pemimpin terpilih kota…

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Read More