You are here

Pusat Kuliner Betawi Hadir Di Blok A dan B Tanah Abang

Pusat Kuliner Betawi dengan memperdayakan pedagang Kaki-5, akan dikelola Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jakarta Pusat di kawasan Pasar Blok A dan Blok B, Tanah Abang. Pemberdayaan pun, juga guna meningkatkan para pelaku ekonomi kecil tersebut bersaing dalam pasar bebas ASEAN. “Kita, Jakarta Pusat ingin memiliki pusat kuliner betawi di Tanah Abang dengan memperdayakan pedagang-pedagang Kaki-5. Dan nanti itu kita yang kelola dan menjadi binaan sendiri,” terang Ketua Kadin Jakarta Pusat, Victor Aritonang, kepada sejumlah wartawan, Senin (23/2). Menurutnya, pengelolaan pusat kuliner betawi tersebut juga merupakan solusi terhadap permasalahan…

Read More

Sayur Gabus Pucung , Masakan Khas Rakyat Betawi

Identitas kultur suatu masyarakat dapat ditandai dari hasil seni dan bahasanya, selain itu dapat juga ditandai dengan ragam kuliner yang menjadi ciri khas masyarakat tersebut. Salah satu masakan khas yang berasal dari Betawi adalah sayur gabus pucung. Nama gabus pucung berasal dari dua bahan utama yaitu ikan gabus dan buah pucung. Ikan gabus (Chana strata) merupakan ikan yang hidup di air tawar, seperti di danau, sungai, rawa-rawa, empang dan saluran-saluran air hingga ke sawah-sawah. Ikan ini bersifat predator dan cenderung kanibal karena ia memangsa ikan kecil-kecil atau anak-anaknya sendiri, ia…

Read More

Magrib-magrib Beli Terasi

Nasi uduk sambel pete makannye di Romawi Aye nongol bawa cerite soal terasi di rumah Kong Mawi   Udah lama nih aye enggak nyapa pembaca semua. Maklum deh, idup di Jakarta emang keras. Buat sepiring nasi aje kite kudu seharian di kantor. Belonan pas pulangnye kite kudu sabar ngadepin macet yang bisa berjam-jam. Jadi, baru sekarang eni deh aye sempet berkiseh lagi. Dan masih sual Engkong Mawi ama keluarganye. Sekali ini rumah Kong Mawi rame cuman gare-gare terasi. Mari deh kite simak ceritanye. Azan magrib baru aje meraung di sekitar…

Read More

Menjadi Betawi yang Kaga Lupa Asal

Maen pukulan silatnye beksi Nih kenalin, aye si fulan asli Betawi   Menjadi Betawi, ini yang belakangan menyesaki pikiran saya. Sebagai pemuda asli keturunan Betawi, murni kalo diibaratin bensin, tentu hal semacam itu tidak perlu dipertanyakan. Namun, ternyata masalah identitas ini justru membuat saya jadi hobi melamun. Merenungi diri dan kedirian saya sendiri. Mempertanyakan jati diri yang selayaknya saya sandang dengan bangga. Mungkin bukan hanya saya yang mengalami ini. Namun, bisa jadi banyak pemuda Betawi yang juga mengalami hal yang serupa dengan saya. Wajar saja, sebab saya dan juga pemuda-pemuda…

Read More

Sejarah Petojo : Tanah Panglima Perang Kerajaan Bone

Pada awal abad ke-17, wilayah Petodjo atau Petojo masih sebuah hutan belantara tanpa penghuni. Namun setelah Phoa Beng Gan (disebut juga Phoa Bing Gam) yang merupakan Kapten Tionghoa (Kapitein der Chinezen) yang juga ahli irigasi membuat kanal Molenvliet (sungai pabrik), yang menghubungkan kota lama dengan sebelah selatan, maka berdatanganlah orang-orang dari luar ke Petojo. Adapun asal usul nama Petojo memiliki dua versi, yaitu: versi pertama, menurut informasi penduduk setempat, daerah tersebut dinamakan Petojo karena dahulunya di Jalan Suryopranoto sekitar tahun 1920-an terdapat pabrik es Belanda dengan nama Petojo Ijs. Pabrik…

Read More

Betawi di Laju Zaman

Siapa yang disebut orang Betawi sekarang ini? Pertanyaan itu mengemuka dalam diskusi Menggali Mutiara Betawi yang diselenggarakan di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (14/11). Menghadapi pertanyaan semacam itu, pengamat budaya Betawi Abdul Chaer sambil berseloroh mengatakan, “Orang Betawi itu adalah orang yang kalau Lebaran tidak pulang kampung.” Saat ini, dengan bercampurnya beragam orang dengan berbagai latar belakang dalam satu wilayah serta pernikahan lintas suku, tidak mudah mendefinisikan kesejatian etnis seseorang. Abdul Chaer lantas melemparkan lelucon soal perbedaan etnis dalam pernikahan ini. “Ada orang Bali yang menikah dengan gadis Betawi. Masalah timbul…

Read More

‘Betawi Punya Maenan’ di Hari Pahlawan

Peringatan hari pahlawan biasanya diramaikan dengan festival pawai dan atribut-atribut pejuang kemerdekaan atau pakaian daerah oleh pesertanya pawainya. Namun berbeda dengan festival yang akan diselenggarakan pada 9-10 November 2013 ini, festival yang bertajuk ‘Betawi Punya Maenan’ merupakan cara dari Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) untuk memperingati hari pahlawan berupa pagelaran pencak silat Betawi. Festival yang rencananya akan diselenggarakan di lapangan Monumen Nasional ini digagas oleh DR. Eddie M. Nalapraya, seorang putra asli Betawi yang juga merupakan salah satu pembina PB IPSI, dalam video promosi yang diunggah di…

Read More

Kemeriahan Lebaran Betawi 2013

Lebaran Betawi merupakan ajang komunikasi dan silaturahmi masyarakat Jakarta yang multikultur dengan masyarakat Betawi. Salah satu tujuannya, mewujudkan Jakarta sebagai kota budaya dan pusat kebudayaan nusantara. Konsep Lebaran Betawi tahun ini adalah pesta taman perkampungan betawi, dengan menonjolkan kemajemukan Jakarta. Selain menyajikan kuliner khas Betawi, tarian Betawi, tanjidor, gambang kromong, permainan tradisional, orkes sambrah, lenong hingga silat Betawi  juga dihadirkan dalam lebaran itu. Tradisi silaturahmi gaya Betawi ditunjukkan oleh perwakilan enam wilayah DKI Jakarta dengan membawa “anteran” atau “hantaran” berupa makanan khas Betawi yang kemudian  diberikan  kepada Gubernur DKI Jakarta….

Read More

Saingi Warteg, Mpok Nori Buka Rumah Makan Betawi

Saking cinta dengan tanah kelahirannya, Mpok Nori membuat rumah makan khas Betawi. Hal itu dipilih pemain Pepesan Kosong ini sebagai bentuk kepeduliannya terhadap makanan Betawi yang mulai dilupakan. Meski belum lama, namun diakui Mpok Nori, rumah makannya tersebut mendapat respon yang cukup baik dari masyarakat. “Ada rumah makan juga, namanya Restoran Norai. Belum lama kok, makanan Betawi gitu. Kalau warteg dari Tegal ada, jangan sampe betawi kehilangan dan kalah,” ujar Mpok Nori dengan logat khasnya di Rusun Petamburan, Jakarta, Ahad (25/8/2013). Beberapa menu khas Betawi menjadi menu favorit di restonya…

Read More

Desakan LKB: Raperda Pelestarian Kebudayaan Betawi Segera Disahkan

Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) mendesak Badan Legislasi Daerah (Balegda) Provinsi DKI Jakarta untuk segera mengesahkan rencana peraturan daerah (Raperda) tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi. Para wakil rakyat diminta segera memprioritaskan pembahasan raperda ini, agar sebelum berakhirnya DPRD periode 2009- 2014 sudah bisa disahkan menjadi perda. “Kita mendesak Balegda agar memprioritaskan pembahasan Raperda tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi menjadi perda. Landasan konstitusi ini sangat penting agar Pemprov dan DPRD dapat mengimplementasikan atau mengeksekusi program pelestarian dan pengembangan kebudayaan Betawi,” ujar Ketua Umum LKB H Tantang Hidayat disela-sela buka puasa bersama dengan tokoh-tokoh Betawi…

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Read More