You are here

Betawi di Laju Zaman

Siapa yang disebut orang Betawi sekarang ini? Pertanyaan itu mengemuka dalam diskusi Menggali Mutiara Betawi yang diselenggarakan di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (14/11). Menghadapi pertanyaan semacam itu, pengamat budaya Betawi Abdul Chaer sambil berseloroh mengatakan, “Orang Betawi itu adalah orang yang kalau Lebaran tidak pulang kampung.” Saat ini, dengan bercampurnya beragam orang dengan berbagai latar belakang dalam satu wilayah serta pernikahan lintas suku, tidak mudah mendefinisikan kesejatian etnis seseorang. Abdul Chaer lantas melemparkan lelucon soal perbedaan etnis dalam pernikahan ini. “Ada orang Bali yang menikah dengan gadis Betawi. Masalah timbul…

Read More

Budaya Betawi Di Beijing

Sebagai bagian dari tradisi tahunan, pelajar Indonesia di Beijing berpartisipasi di Festival Budaya Internasional Peking University & Renmin University dengan membuka Pojok Indonesia dan tampil di panggung dengan tarian “Lenggang Jakarta”. Tarian Lenggang Jakarta ini menampilkan kekayaan ragam budaya Betawi yang esensinya merupakan contoh akulturasi berbagai macam budaya (Jawa, Arab, Melayu, Tionghoa, Bugis, dan lainnya). Dengan koreografi yang menggabungkan gerakan gemulai tradisional dengan hentakan modern, Tari Lenggang Jakarta ini dibuka dengan barisan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dan dilanjutkan dengan keindahan ekspresi tari Yapong, Pencak Silat Betawi, kelompok Tanjidor, tari Ronggeng…

Read More

Desakan LKB: Raperda Pelestarian Kebudayaan Betawi Segera Disahkan

Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) mendesak Badan Legislasi Daerah (Balegda) Provinsi DKI Jakarta untuk segera mengesahkan rencana peraturan daerah (Raperda) tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi. Para wakil rakyat diminta segera memprioritaskan pembahasan raperda ini, agar sebelum berakhirnya DPRD periode 2009- 2014 sudah bisa disahkan menjadi perda. “Kita mendesak Balegda agar memprioritaskan pembahasan Raperda tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi menjadi perda. Landasan konstitusi ini sangat penting agar Pemprov dan DPRD dapat mengimplementasikan atau mengeksekusi program pelestarian dan pengembangan kebudayaan Betawi,” ujar Ketua Umum LKB H Tantang Hidayat disela-sela buka puasa bersama dengan tokoh-tokoh Betawi…

Read More

Budaya Betawi Jadi Prioritas Abang-None Jakarta 2013

Dio Aufa Handoyo dan Delicia Gemma Syah Marita terpilih menjadi Abang dan None Jakarta 2013. Sebagai Abang dan None, mereka mengemban misi mempromosikan pariwisata dan kebudayaan DKI Jakarta. “Program Abnon semuanya tergantung penugasan. Tapi, yang pasti, kita akan mempromosikan Jakarta, di mana kebudayaan Betawi masuk di dalam bagian itu,” ujar Dio seusai acara Malam Final Abang dan None Jakarta 2013 di Monumen Nasional, Rabu (3/7/2013) malam. Senada dengan itu, Delicia menilai gelar Abang dan None Jakarta merupakan amanat dan tanggung jawab untuk menjadikan Jakarta lebih baik dan dikenal lebih luas….

Read More

Asal Usul dan Makna Lagu Jali-Jali

Lagu jali-jali merupakan salah satu khasanah musik dan lagu yang berasal dari Betawi, asal usulnya diyakini lahir, dikembangkan oleh kaum China peranakan Jakarta melalui musik tradisional mereka gambang kromong, yang kemudian menjadi musik khas Betawi. Melalui permainan biolanya lagu ini dipopulerkan oleh M. Sagi yang merupakan pimpinan orkes kerontjong M. Sagi pada tahun 1942, karena kental dengan budaya Betawi lagu jali-jali kemudian menjadi lagu rakyat Betawi. Pada tahun yang sama, di bagian pembuka lagu ini dinyanyikan secara bersahutan antara wanita dan pria. Wanita mengambil bagian: Jali-jali dari Betawi Jadi begini…

Read More

Sejarah Festival Palang Pintu Kemang

Awal tahun 1950-an, kawasan Kemang merupakan tanah perkebunan.Disini banyak dijumpai pohon Kemang (Mangifera Kemangcaecea) sehingga kemudian kawasan ini dikenal dengan sebutan itu. Tahun 1960-an, mulai berkembang permukiman yang ditinggali oleh penduduk Betawi. Selain mengolah kebun,orang-orang Betawi juga ada yang bekerja sebagai peternak dan sebagian lainnya memproduksi tahu.   Posisi Kemang yang strategis menjadi incaran orang-orang asing dan kaum ekspatriat untuk dijadikan tempat bermukim yang terjadi pada awal tahun 1970-an.Masuknya para pekerja asing itu diikuti dengan pertumbuhan layanan kebutuhan bagi mereka seperti hotel, restoran, kafe, dan tempat hiburan lainnya yang berkembang di awal…

Read More

Jakarta Fair 2013 Utamakan Nuansa Betawi

Kendati telah menjadi ajang internasional, Jakarta Fair 2013 tetap mengutamakan kebudayaan betawi. Budaya betawi menjadi unsur pembeda dengan perhelatan-perhelatan Jakarta Fair sebelumnya. “Kebudayaan betawi jauh lebih banyak tahun ini. Kami mengadakan kerja sama dengan pusat-pusat kebudayaan Betawi,” ujar Ketua Panitia Jakarta Fair 2013, Prajna Murdaya kepada wartawan di Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (6/6). Prajna menuturkan sugguhan utama Jakarta Fair 2013 adalah Kampung Betawi Square. Kampung ini berlokasi di area Gambir Expo. Di sini terdapat berbagai sajian kuliner dan panggung untuk pentas kebudayaan betawi. “Setiap hari kami…

Read More

Serba Betawi di Mal Jakarta

Bulan Juni menjadi bulan yang amat berarti bagi Kota Jakarta. Setiap tanggal 22 Juni, kota ini merayakan ulang tahunnya. Kini, di tahun 2013, Jakarta bakal genap berusia 486 tahun. Di usianya yang hampir lima abad, Jakarta berbenah, tetapi berupaya tak melupakan akarnya, yaitu akar budaya Betawi. Per 1 Juni nanti, semua pengelola mal di Jakarta, khususnya yang tergabung dalam Asosisasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia sepakat mempercantik interior gedungnya dengan ragam hiasan Betawi. Petugas customer service pun akan memakai baju adat Betawi setiap hari. “Mal di Jakarta tak kalah dengan mal…

Read More

Petasan Betawi: Simbol Status Sosial dan Rasa Syukur

Petasan (juga dikenal sebagai mercon) adalah peledak berupa bubuk yang dikemas dalam beberapa lapis kertas, biasanya bersumbu, digunakan untuk memeriahkan berbagai peristiwa, seperti perayaan tahun baru, perkawinan, dan sebagainya. Petasan ada yang berukuran kecil sebesar cabe rawit hingga sebesar teko air minum.Petasanmerupakan kebudayaan asal China, namun seiring perjalanan waktu, tradisi menyalakan petasan ini ditiru oleh pribumi Batavia yakni orang-orang Betawi, teristimewa menjelang pesta perkawinan atau khitanan. Juga untuk memeriahkan bulan suci puasa bagi umat Islam. Dalam masyarakat Betawi petasan berfungsi sebagai alat komunikasi, misalnya untuk memberitahu khalayak ramai dan para…

Read More

Budaya Betawi Melekat Dalam Jiwa Maudy Koesnaedi

Banyak pengalaman dengan kebudayaan Betawi yang tak terlupakan artis Maudy Koesnaedi. Selain pernah menjadi Abang None (Abnon), ia pun pernah bermain dalam sinetron yang mengangkat kebudayaan Betawi. Dari situlah, niatannya untuk melestarikan budaya Betawi begitu besar. Apalagi, sampai sekarang kebudayaan itu masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat. “Budaya Betawi masih dipandang sebelah mata dan saya ingin sekali melestarikan kebudayaan itu,” jelasnya di Gedung Kesenian Jakarta, Rabu (27/3/2013). Meski bukan berasal dari Betawi, namun sudah lama Maudy menetap di Jakarta. Apalagi, mata pencariannya pun di Jakarta. Maka dari itu, ia merasa…

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Read More