You are here

Sisi Betawi Ismail Marzuki

Ismail Marzuki merupakan putra Betawi yang lahir di Kampung Kwitang pada 11 Mei 1914 dan meninggal di Kampung Bali, Tanah Abang 25 Mei 1958 pada usia 44 tahun merupakan seorang komponis besar Indonesia yang aktif dan produktif. Lebih dari 250 karya lagu dan musik sudah diciptakan yang beberapa di antaranya masih sering dinyanyikan hingga kini. Karya-karyanya lebih banyak bernafaskan nasionalisme dan romantisme seperti Rayuan Pulau Kelapa, Indonesia Pusaka, Juwita Malam, Aryati, Gugur Bunga, Sabda Alam, Melati di Tapal Batas (1947), Wanita, Payung Fantasi, Sepasang Mata Bola (1946), Bandung Selatan di…

Read More

Betawi di Laju Zaman

Siapa yang disebut orang Betawi sekarang ini? Pertanyaan itu mengemuka dalam diskusi Menggali Mutiara Betawi yang diselenggarakan di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (14/11). Menghadapi pertanyaan semacam itu, pengamat budaya Betawi Abdul Chaer sambil berseloroh mengatakan, “Orang Betawi itu adalah orang yang kalau Lebaran tidak pulang kampung.” Saat ini, dengan bercampurnya beragam orang dengan berbagai latar belakang dalam satu wilayah serta pernikahan lintas suku, tidak mudah mendefinisikan kesejatian etnis seseorang. Abdul Chaer lantas melemparkan lelucon soal perbedaan etnis dalam pernikahan ini. “Ada orang Bali yang menikah dengan gadis Betawi. Masalah timbul…

Read More

Sejarah Papanggo : Pemukiman Tentara Bayaran Belanda dari Filipina

Setidaknya ada dua versi tentang asal usul sejarah nama salah satu wilayah di Jakarta tepatnya sebuah kelurahan di kecamatan Tanjung Priok yaitu kelurahan Papanggo. Versi pertama yakni menurut Ridwan Saidi seorang budayawan Betawi, menurutnya Papanggo berasal dari bahasa kuno Maori yakni Pango yang berarti hitam, kalau Papanggo artinya kehitaman. Warna hitam ini kemudian mengacu kepada kulit orang-orang yang datang dari Afrika Utara ke tempat itu. Kebanyakan dari orang-orang betawi yang berkulit gelap itu merupakan keturunan dari Sudan dan sampai saat ini masih banyak terlihat di derah Papanggo. Sedangkan versi yang…

Read More

Haji Betawi Kok Medit?

Menurut Ridwan Saidi, ada hierarki status di dalam tubuh ulama Betawi yang disebabkan oleh fungsi dan peran pengajaran mereka di tengah-tengah masyarakat. Status tertinggi dalam hierarki keulamaan di Betawi adalah guru, yang dalam istilah Islam disetarakan dengan Syaikhul Masyaikh. Guru merupakan tempat bertanya, tempat umat mengembalikan segala persoalan. Guru mempunyai otoritas untuk mengeluarkan fatwa agama. Biasanya juga mempunyai spesialisasi dalam bidang keilmuan. Misalnya, Guru Manshur Jembatan Lima yang merupakan pakar di bidang ilmu falak. Status di bawah guru adalah mualim. Mualim mempunyai otoritas untuk mengajar kitab-kitab di berbagai disiplin ilmu…

Read More

Si Pitung, Preman di Seantero Batavia

Si Pitung lahir di Kampung Rawabelong dengan nama Salihoen pada akhir abad ke-19. Ia merupakan anak keempat dari pasangan Piun dan Pinah. Sejak kecil, Pitung kerap melihat centeng si tuan tanah, Liem Tjeng Soen, merampas padi dan ternak orang tuanya. Namun ketika itu ia belum mengerti soal tanah partikelir atau tuan tanah. Dalam sirus resmi Provinsi DKI Jakarta diceritakan bahwa Pitung mendapatkan ilmu mengaji dan silat dari Haji Naipin, kiai terkemuka di Rawabelong. Kepada Pitung, Naipin memberikan ilmu Paneasona. “Sebuah ilmu bela tingkat tinggi yang membuat pemilik ilmu kebal dari…

Read More

Cerita Lisan Si Entong dan Orang Betawi yang ‘Dipandirkan’ di Televisi

 Muhammad Hamdan* Preambul Banyak tradisi lisan kita kini sudah mulai tidak dikenal lagi oleh masyarakat. Padahal bentuk ini — dipandang secara antropologis — dibentuk oleh tradisi masyarakat. Salah satunya adalah sastra lisan. Sastra lisan adalah sastra yang muncul dalam bentuk lisan atau menurut Francis Le yang dikutip oleh Dandes (1965:9) sastra lisan disebut literature transmitted orally atau unwritten literature yang lebih dikenal dengan istilah folklore. Foklor adalah kebudayaan kolektif yang tersebar dan diwariskan secara turun-temurun, di antara kolektif macam apa saja,secara tradisional dalam versi yang berbeda, baik dalam bentuk tulisan…

Read More

Lebaran dan Mudiknya Orang Betawi

Lebaran dan Mudik Tiba-tiba Jakarta sepi. Jalanan lengang. Macet yang biasa menjadi santapan masyarakat pun menghilang. Hanya papan reklame bisu yang merindu bising klakson mobil, juga deru lalu lalang kendaraan. Ya, separuh lebih dari penduduk ibu kota memang sedang pulang kampung. Bersilaturahim dengan keluarga mereka masing-masing. Lalu bagaimana dengan penduduk asli Jakarta? Mudikkah mereka? Mudik adalah sebuah tradisi yang sangat khas di setiap Hari Raya Idul Fitri. Pulang ke kampung setelah sebelas bulan berusaha di kota sudah merupakan sebuah keharusan bagi separuh lebih masyarakat kota ini. Sebenarnya, mudik itu adalah…

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Read More