You are here

Sejarah dan Asal Usul Nama Gondangdia

Sejarah dan Asal Usul Nama Gondangdia   …Cikini ci gondangdia Yang punya bini nongkrong di rumah Buah nangka dan buah gedang Masih perjaka boleh begadang…   Begitulah salah satu penggalan lirik lagu Keroncong Kemayoran ciptaan Benyamin Sueb yang mengabadikan kawasan di tengah kota Jakarta, Cikini dan Gondangdia, namun kali ini Cinte Betawi akan membahas tentang sejarah dan asal usul nama Gondangdia. Gondangdia adalah sebuah kelurahan di Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Berdasarkan peta Batavia keluaran tahun 1912, wilayah itu masih berupa site plan dengan nama Nieu Gondangdia dengan lahan seluas 73…

Read More

Asal Usul Kampung Tiang Bendera

Kampung Tiang Bendera terletak di wilayah Kelurahan Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Kotamadya Jakarta Barat. Peninggalan kampung tiang bendera hanya pada nama jalan saja yang dinamai dengan nama Jalan Tiang Bendera (Malaischeweg). Nama tiang bendera bukan sekedar nama saja namun dibalik itu terdapat asal usul sejarahnya, nama Tiang Bendera berasal dari tiang bendera yang sehari-hari terpancang di depan rumah kapiten Cina. Berawal dari Batavia yang kala itu dipimpin oleh Gubernur Jenderal  Hindia Belanda yang keempat yakni Jean Pieterzoon Coen yang dengan kekuasaannya berusaha mengisi kas VOC dan membiayai berbagai pembangunan kembali…

Read More

Dapur Budaya Betawi Tetap ‘Ngebul’ di Setu Babakan

Jauh sebelum Jan Pieterszoon Coen mengubah nama Jayakarta menjadi Batavia, berdiamlah penduduk asli dari Nusa Jawa di wilayah yang kini dikenal sebagai Jakarta. Mereka menyebut diri Betawi. Sejak kehadiran Gubernur Jenderal dari VOC tersebut, kehidupan mereka berubah. Sebagai basis VOC, tanah Batavia diinjak banyak pendatang. Tak hanya dari dalam negeri, tetapi juga mancanegara. Tanpa disadari, Batavia pun menjadi titik lebur segala kebudayaan yang dibawa oleh para pendatang. “Penduduk asli ini sangat terbuka. Mereka mau menerima segala budaya tersebut,” ujar Indra Sutisna, anggota Komite Kesenian dan Pemasaran Lembaga Pengelola Perkampungan Budaya…

Read More

Akulturasi Aneka Budaya dalam Langgam Busana Betawi

Budaya Betawi terus berkembang dari masa ke masa dengan ciri yang mudah dibedakan dengan budaya lainnya. Kebudayaan Betawi pun lambat laun tumbuh spontan dengan kesederhanaanya mengikuti pesatnya perkembangan zaman. Salah satu ciri khas dari kebudayaan Betawi yang dimaksud salah satunya adalah dari sisi pakaiannya. Berbicara mengenai pakaian khas masyarakat Betawi maka Anda akan mengetahui bahwa pakaian khas masyarakat Betawi terdiri atas berbagai jenis. Ada pakaian sehari-hari, pakaian formal dan pakaian pengantin. Setiap pakaian tersebut memiliki fungsinya masing-masing. Apabila ditelisik, pakaian khas Betawi merupakan akulturasi dari berbagai macam budaya lain seperti…

Read More

Sejarah Petojo : Tanah Panglima Perang Kerajaan Bone

Pada awal abad ke-17, wilayah Petodjo atau Petojo masih sebuah hutan belantara tanpa penghuni. Namun setelah Phoa Beng Gan (disebut juga Phoa Bing Gam) yang merupakan Kapten Tionghoa (Kapitein der Chinezen) yang juga ahli irigasi membuat kanal Molenvliet (sungai pabrik), yang menghubungkan kota lama dengan sebelah selatan, maka berdatanganlah orang-orang dari luar ke Petojo. Adapun asal usul nama Petojo memiliki dua versi, yaitu: versi pertama, menurut informasi penduduk setempat, daerah tersebut dinamakan Petojo karena dahulunya di Jalan Suryopranoto sekitar tahun 1920-an terdapat pabrik es Belanda dengan nama Petojo Ijs. Pabrik…

Read More

Sejarah Festival Palang Pintu Kemang

Awal tahun 1950-an, kawasan Kemang merupakan tanah perkebunan.Disini banyak dijumpai pohon Kemang (Mangifera Kemangcaecea) sehingga kemudian kawasan ini dikenal dengan sebutan itu. Tahun 1960-an, mulai berkembang permukiman yang ditinggali oleh penduduk Betawi. Selain mengolah kebun,orang-orang Betawi juga ada yang bekerja sebagai peternak dan sebagian lainnya memproduksi tahu.   Posisi Kemang yang strategis menjadi incaran orang-orang asing dan kaum ekspatriat untuk dijadikan tempat bermukim yang terjadi pada awal tahun 1970-an.Masuknya para pekerja asing itu diikuti dengan pertumbuhan layanan kebutuhan bagi mereka seperti hotel, restoran, kafe, dan tempat hiburan lainnya yang berkembang di awal…

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Read More