You are here

‘Betawi Punya Maenan’ di Hari Pahlawan

Peringatan hari pahlawan biasanya diramaikan dengan festival pawai dan atribut-atribut pejuang kemerdekaan atau pakaian daerah oleh pesertanya pawainya. Namun berbeda dengan festival yang akan diselenggarakan pada 9-10 November 2013 ini, festival yang bertajuk ‘Betawi Punya Maenan’ merupakan cara dari Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) untuk memperingati hari pahlawan berupa pagelaran pencak silat Betawi. Festival yang rencananya akan diselenggarakan di lapangan Monumen Nasional ini digagas oleh DR. Eddie M. Nalapraya, seorang putra asli Betawi yang juga merupakan salah satu pembina PB IPSI, dalam video promosi yang diunggah di…

Read More

Silat Beksi : Sejarah Pendiri dan Tiga Guru Besar Beksi Betawi

Muasal silat beksi berawal dari seni beladiri yang dibawa oleh Lie Ceng Oek, seorang pendekar shaolin dari Negeri Tiongkok bagian utara. Beliau diakui bersama sebagai guru besar yang pertama di Indonesia tepatnya di wilayah Tangerang dan Jakarta yang daerahnya dihuni oleh komunitas masyarakat etnis Betawi. Di Tanah Betawi,ilmu beladiri ini selain diturunkan ke anaknya Lie Tong San, dan cucunya, Lie Gie Tong.  Lie Ceng Oek juga menurunkan ilmunya kepada muridnya yang bernama Ki Marhali. Ki Marhali menjadi murid Lie Ceng Oek berawal dari adanya perselisihan antara Lie Ceng Oek dengan…

Read More

Si Pitung, Preman di Seantero Batavia

Si Pitung lahir di Kampung Rawabelong dengan nama Salihoen pada akhir abad ke-19. Ia merupakan anak keempat dari pasangan Piun dan Pinah. Sejak kecil, Pitung kerap melihat centeng si tuan tanah, Liem Tjeng Soen, merampas padi dan ternak orang tuanya. Namun ketika itu ia belum mengerti soal tanah partikelir atau tuan tanah. Dalam sirus resmi Provinsi DKI Jakarta diceritakan bahwa Pitung mendapatkan ilmu mengaji dan silat dari Haji Naipin, kiai terkemuka di Rawabelong. Kepada Pitung, Naipin memberikan ilmu Paneasona. “Sebuah ilmu bela tingkat tinggi yang membuat pemilik ilmu kebal dari…

Read More

Rompes Pecut, Bela Diri Betawi yang Hampir Punah

Dua pemuda terlibat perkelahian seru di RT 01 RW 04, Balekambang, tepatnya di sebidang lahan tepi Kali Ciliwung, Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur. Menggunakan jurus silat, keduanya berusaha saling melumpuhkan dengan pukulan dan tendangan yang dilancarkan satu sama lain. Setelah saling serang sekitar 10 menit, seorang pemuda di antaranya berhasil dikalahkan hingga terjatuh. Sadar telah muncul pemenang, dua pemuda itu pun kembali berdiri tegak di posisi masing-masing dan membungkuk, tanda salam kepada orang yang menonton adu jotos itu. Pertarungan itu bukanlah perkelahian pemuda seperti yang kerap menghiasi layar televisi saat…

Read More

Kampung Silat, Bertahan Lestarikan Budaya Betawi

Melestarikan budaya yang terus tergerus modernisasi, setidaknya itulah yang dilakukan dan dilakoni warga di Kelurahan Balekambang, Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur. Secara swadaya, warga mengumpulkan remah-remah yang tersisa dari kebudayaan yang mereka miliki lalu dibagikan kepada anak-anak kecil dan pemuda yang ada di permukiman mereka. Di kampung ini pula dapat ditemukan warga biasa aktif bersama-sama mengajarkan silat Betawi, lenong, dan pantun Betawi secara rutin yang merupakan budaya Betawi. Mereka tidak memiliki sanggar budaya dalam melestarikan kebudayaan sebagaimana lazimnya. Kalau ada budayawan yang gencar mengampanyekan sebuah kebudayaan, itu pun sebuah hal…

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Read More