Selamat Datang Stamboel: Journal of Betawi Socio-Cultural Studies

Seperti yang dikatakan Wittgenstein, “batas duniamu adalah batas bahasamu”. Demikian kiranya kita beranggapan pada orang atau sekelompok orang yang hanya pandai bicara di depan kaumnya sendiri tanpa berani keluar dari sarungnya. Atau kalau menurut istilah Betawinya “Jago Kandang”. Menghadapi era mondial ini tentu kiranya kita perlu pikiran yang terbuka terhadap segala hal. Bukan hanya mempertahankan kekolotan, sehingga kita bak katak dalam tempurung yang hanya mampu menjadi penonton di kampung kita sendiri. Keluar dari batas kampung, sehingga mencapai batas bahasa atau pengungkapan yang lebih luas lagi — bahkan mungkin dunia —…

Read More