Magrib-magrib Beli Terasi

Nasi uduk sambel pete makannye di Romawi Aye nongol bawa cerite soal terasi di rumah Kong Mawi   Udah lama nih aye enggak nyapa pembaca semua. Maklum deh, idup di Jakarta emang keras. Buat sepiring nasi aje kite kudu seharian di kantor. Belonan pas pulangnye kite kudu sabar ngadepin macet yang bisa berjam-jam. Jadi, baru sekarang eni deh aye sempet berkiseh lagi. Dan masih sual Engkong Mawi ama keluarganye. Sekali ini rumah Kong Mawi rame cuman gare-gare terasi. Mari deh kite simak ceritanye. Azan magrib baru aje meraung di sekitar…

Read More

Menjadi Betawi yang Kaga Lupa Asal

Maen pukulan silatnye beksi Nih kenalin, aye si fulan asli Betawi   Menjadi Betawi, ini yang belakangan menyesaki pikiran saya. Sebagai pemuda asli keturunan Betawi, murni kalo diibaratin bensin, tentu hal semacam itu tidak perlu dipertanyakan. Namun, ternyata masalah identitas ini justru membuat saya jadi hobi melamun. Merenungi diri dan kedirian saya sendiri. Mempertanyakan jati diri yang selayaknya saya sandang dengan bangga. Mungkin bukan hanya saya yang mengalami ini. Namun, bisa jadi banyak pemuda Betawi yang juga mengalami hal yang serupa dengan saya. Wajar saja, sebab saya dan juga pemuda-pemuda…

Read More

Ondel-Ondel Betawi untuk Parade Australia Day

Di seluruh Australia, setiap tahun guna memperingati Australia Day, 26 Januari, diselenggarakan Parade, dengan peserta dari seluruh masyarakat. Di Adelaide Australia Selatan, salah satu pesertanya adalah komunitas Indonesia yang selalu tampil di parade selama beberapa tahun terakhir. Berikut tulisan Dias Satria, Presiden Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) setempat. Dalam menyemarakkan Australian Day 2014, komunitas Indonesia di Australia Selatan akan menampilkan sesuatu yang berbeda dari biasanya dengan mempertunjukkan ondel-ondel khas Betawi dalam parade tersebut. Pembuatan Ondel-ondel yang disupervisi oleh artis Australia, disuppor berbagai komunitas setempat, seperti AIA (Australian Indonesian Association), PPI SA…

Read More

Riwayat Jaga Monyet

Riwayat toponim Jaga Monyet berawal dari VOC yang membangun pos penjagaan pada tahun 1668 sebagai pengganti benteng atau post Risjwik dengan tujuan untuk menangkal serangan pasukan Kesultanan Banten dari arah Grogol dan Tangerang. Pada masa itu daerah ini masih sangat sepi dan masih dikelilingi hutan belantara dengan pepohonan besar. Pepohonan sekitar pos jaga tersebut merupakan habitat dari sekumpulan monyet. Monyet-monyet itu sering berkeliaran di sekitar pos jaga dan mengusik serdadu yang sedang bertugas. Karena jarangnya serangan musuh, serdadu VOC yang bertugas di pos penjagaan tersebut menjadi lebih sering menganggur, keseharian…

Read More

Ondel Ondel Raksasa Di Kemayoran

Dua patung ondel-ondel raksasa yang merupakan ikon kebudayaan Betawi dipasang di kawasan eks bandara, Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat. Pemasangan ini dilakukan dengan melibatkan sejumlah seniman dan budayawan. Jul Hendri, salah seorang seniman, mengatakan dua patung ondel-ondel yang terbuat fiber tersebut, didirikan oleh Pusat Pengelolah Komplek Kemayoran (PPKK). “Untuk satu patungnya memiliki berat 1,5 ton dan tingginya 9,5 meter,” terangnya, Kamis (19/12). Hingga saat ini, sambungnya, proses pengerjaan patung telah mencapai finishing berupa pengecatan dan di pastikan akan selesai pada akhir Desember ini. “Karena memang dari pihak pemesan memberi…

Read More

Sejarah Petojo : Tanah Panglima Perang Kerajaan Bone

Pada awal abad ke-17, wilayah Petodjo atau Petojo masih sebuah hutan belantara tanpa penghuni. Namun setelah Phoa Beng Gan (disebut juga Phoa Bing Gam) yang merupakan Kapten Tionghoa (Kapitein der Chinezen) yang juga ahli irigasi membuat kanal Molenvliet (sungai pabrik), yang menghubungkan kota lama dengan sebelah selatan, maka berdatanganlah orang-orang dari luar ke Petojo. Adapun asal usul nama Petojo memiliki dua versi, yaitu: versi pertama, menurut informasi penduduk setempat, daerah tersebut dinamakan Petojo karena dahulunya di Jalan Suryopranoto sekitar tahun 1920-an terdapat pabrik es Belanda dengan nama Petojo Ijs. Pabrik…

Read More

Betawi di Laju Zaman

Siapa yang disebut orang Betawi sekarang ini? Pertanyaan itu mengemuka dalam diskusi Menggali Mutiara Betawi yang diselenggarakan di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (14/11). Menghadapi pertanyaan semacam itu, pengamat budaya Betawi Abdul Chaer sambil berseloroh mengatakan, “Orang Betawi itu adalah orang yang kalau Lebaran tidak pulang kampung.” Saat ini, dengan bercampurnya beragam orang dengan berbagai latar belakang dalam satu wilayah serta pernikahan lintas suku, tidak mudah mendefinisikan kesejatian etnis seseorang. Abdul Chaer lantas melemparkan lelucon soal perbedaan etnis dalam pernikahan ini. “Ada orang Bali yang menikah dengan gadis Betawi. Masalah timbul…

Read More

Jakarta Gelar ‘Kampung Betawi di Kota Tua’

Pemerintah DKI Jakarta menggelar festival budaya dengan tema “Kampung Betawi di Kota Tua.” Acara yang digelar pada 16 dan 17 November 2013 ini akan menyulap wajah kawasan wisata Kota Tua, Jakarta Barat, yang kuat unsur kolonial dengan wajah Betawi. “Akan ada festival-festival kebudayaan yang menunjukan ciri khas budaya Betawi,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Daya Tarik Destinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Ida Subaedah, di Balai Kota pada Rabu, 13 November 2013.  Acara ini akan digelar di sepanjang kali di Kota Tua karena Taman Fatahillah sedang dipugar. Ida mengatakan acara…

Read More

Budaya Betawi Di Beijing

Sebagai bagian dari tradisi tahunan, pelajar Indonesia di Beijing berpartisipasi di Festival Budaya Internasional Peking University & Renmin University dengan membuka Pojok Indonesia dan tampil di panggung dengan tarian “Lenggang Jakarta”. Tarian Lenggang Jakarta ini menampilkan kekayaan ragam budaya Betawi yang esensinya merupakan contoh akulturasi berbagai macam budaya (Jawa, Arab, Melayu, Tionghoa, Bugis, dan lainnya). Dengan koreografi yang menggabungkan gerakan gemulai tradisional dengan hentakan modern, Tari Lenggang Jakarta ini dibuka dengan barisan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dan dilanjutkan dengan keindahan ekspresi tari Yapong, Pencak Silat Betawi, kelompok Tanjidor, tari Ronggeng…

Read More

‘Betawi Punya Maenan’ di Hari Pahlawan

Peringatan hari pahlawan biasanya diramaikan dengan festival pawai dan atribut-atribut pejuang kemerdekaan atau pakaian daerah oleh pesertanya pawainya. Namun berbeda dengan festival yang akan diselenggarakan pada 9-10 November 2013 ini, festival yang bertajuk ‘Betawi Punya Maenan’ merupakan cara dari Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) untuk memperingati hari pahlawan berupa pagelaran pencak silat Betawi. Festival yang rencananya akan diselenggarakan di lapangan Monumen Nasional ini digagas oleh DR. Eddie M. Nalapraya, seorang putra asli Betawi yang juga merupakan salah satu pembina PB IPSI, dalam video promosi yang diunggah di…

Read More